(Doc-Istimewa)
Bener Meriah, mediasatu.co.id – Memasuki awal tahun 2026, aktivitas Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah masih berada dalam status Siaga Level III. Status tersebut dipertahankan hingga Kamis (1/1/2026) seiring peningkatan kegempaan yang terpantau sejak penghujung Desember lalu.
Sebagai respons, intensitas pemantauan ditingkatkan. Data aktivitas gunung kini dilaporkan setiap enam jam untuk memastikan setiap perubahan dapat segera diantisipasi.
Situasi ini mendorong ribuan warga di wilayah sekitar kaki gunung untuk meninggalkan tempat tinggal mereka. Warga memilih mengungsi ke fasilitas umum dan bangunan yang dinilai aman sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terburuk.
Penutupan jalur pendakian juga diberlakukan sepenuhnya. Area dalam radius rawan ditetapkan sebagai zona terlarang guna meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat.
Di sisi lain, kondisi cuaca turut menjadi perhatian. Prakiraan hujan lebat disertai petir di kawasan sekitar gunung berpotensi memicu bencana ikutan seperti longsor.
Pihak berwenang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, tidak menyebarkan maupun mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu mengikuti instruksi resmi. Pengamanan dan pemantauan Gunung Burni Telong dilakukan tanpa henti demi menjaga keselamatan bersama.


















