(Doc-Wong Gresik)
Gresik, mediasatu.co.id — Berawal dari kegelisahan terhadap peredaran legen yang tidak higienis, Muhammad Najih Islahuddin berhasil mengubah minuman tradisional nira lontar menjadi produk bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasar global. Najih, pemuda kelahiran Gresik, 28 Februari 1997, merupakan pendiri sekaligus penggerak brand Legend Tren, sebuah home industry yang berfokus mengolah legen secara inovatif tanpa meninggalkan cita rasa aslinya.
Usaha tersebut mulai ia jalani sejak tahun 2016, saat Najih masih menjalani studi di Surabaya. Ia menyaksikan praktik tidak sehat dalam penjualan legen, termasuk pencampuran dengan air sungai demi meraup keuntungan lebih besar.
Kondisi tersebut berdampak pada hilangnya pemahaman masyarakat terhadap rasa autentik legen yang seharusnya memiliki karakter sedikit asam dengan manis alami khas nira lontar. “Tidak banyak orang yang tahu rasa asli legen. Seharusnya ada sedikit rasa asam dengan sensasi manis alami. Kami ingin masyarakat bisa menikmati legen tanpa rasa khawatir,” ungkap Najih, pada Minggu (28/12/2025).
Dari keresahan itulah, Legend Tren hadir dengan misi menghadirkan legen yang aman, sehat, dan berkualitas, sekaligus menjaga identitas budaya minuman tradisional pesisir agar tetap lestari. Meski masih berskala rumahan, Legend Tren telah mengantongi berbagai sertifikasi, mulai dari BPOM, Halal, ISO 9001, HACCP, hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Legen bukan sekadar minuman, tetapi identitas budaya yang harus kita jaga. Kami melakukan riset panjang untuk membongkar mitos bahwa legen akan berubah menjadi tuwak. Faktanya, fermentasi alami nira justru menghasilkan cuka asam, bukan minuman beralkohol,” jelasnya.
Melalui Legend Tren, Najih membuktikan bahwa minuman tradisional lokal dapat memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing global apabila dikelola dengan inovasi serta komitmen menjaga kualitas. (Red).


















