(Doc-nixnews)
Jakarta Selatan, mediasatu.co.id – Insiden kecelakaan lalu lintas melibatkan bus Transjakarta rute 4B terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (12/1) sore. Bus tersebut menabrak tiang lampu jalan setelah diduga kehilangan kendali.
Bus diketahui melaju dari arah selatan menuju utara sebelum kecelakaan terjadi di kolong layang Tol JORR.
“Setibanya di kolong layang Tol JORR, kendaraan tersebut diduga kurang hati-hati (out of control) hingga menabrak tiang,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin.
Menurut keterangan pramudi bus berinisial KM, saat peristiwa terjadi, kondisi bus tengah dipadati penumpang.
“Waktu itu penumpang cukup banyak. Ada penumpang yang terluka dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Komarudin di lokasi kejadian.
Saksi mata mengungkapkan, kejadian bermula saat sebuah mobil listrik warna pink berhenti mendadak di depan bus, sehingga memicu emosi sopir bus.
“Tadi waktu gua lagi ngobrol sama temen gua. disitu ada mobil listrik warna pink berhenti mendadak. disitu tj nya langsung rem mendadak, disitu supir marah marah. abis itu di depan dia minggirin si ibu ibu yang bawa mobil itu, nah supirnya nanya kenapa dia berhenti tiba tiba. Cuman, karena mobil dan tj ini berhenti, otomatis belakangnya macet dong, banyak klakson segala macem,” ungkapnya.
Situasi semakin memanas ketika seorang pengemudi ojek online datang dan memprovokasi sopir bus.
“Tiba tiba ada ojol dateng marah marah di samping tj, dia teriak teriak “woy lu bisa bawa tj ga?” “yang bener kalau bawa aj**g” “tlol lu bg*” sambil nunjukkin jari tengah ke tj. disitu supir yang tadi masih emosi, dia marah marah ke ojol tadi, terprovokasi sama ojolnya. supir nya meleng, ga liat jalan dan akhirnya BRUKKKKKK,” sambungnya.
Akibat kecelakaan tersebut, satu orang penumpang mengalami luka dan langsung mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan terbaik bagi 1 orang pelanggan yang mengalami luka. Korban langsung mendapatkan perawatan di RS Pasar Rebo, dan seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak operator,” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi.
Ia menambahkan, Transjakarta akan memberikan sanksi terhadap pramudi maupun operator jika terbukti terdapat kelalaian dalam kejadian tersebut.


















