(Doc-nixnews)
Jakarta, mediasatu.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham selama 30 menit setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam lebih dari 8%. Kebijakan trading halt tersebut berlaku pada Rabu (28/1/2026) pukul 13.43 WIB.
Pada perdagangan sesi siang hari, tekanan jual mendominasi pasar. Tercatat hanya 28 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 768 saham melemah dan 8 saham lainnya bergerak stagnan.
Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa otoritas bursa akan melakukan berbagai langkah lanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pasar modal. Upaya tersebut untuk merespons kebijakan baru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berdampak signifikan terhadap pergerakan saham di Indonesia.
“Jadi pada hari ini pada intinya kita akan melakukan segala effort kerja sama. Dengan tentunya semua stakeholder kita untuk follow up hal-hal terkait dengan apa yang Indonesia lakukan. Tentu kita akan follow up,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Adapun pelemahan tajam IHSG terjadi oleh pengumuman MSCI yang menyoroti masih adanya persoalan serius terkait transparansi serta penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes. Penilaian tersebut ia sampaikan meskipun BEI sebelumnya telah melakukan sejumlah perbaikan minor.
Kondisi tersebut memicu sentimen negatif di pasar saham domestik dan mendorong aksi jual masif oleh pelaku pasar. Hingga akhirnya BEI mengambil langkah penghentian sementara perdagangan guna menjaga stabilitas pasar. (Red).


















