(Doc-Istimewa)
Demak, mediasatu.co.id – Dua truk sound horeg polisi amankan di wilayah Demak menjelang malam takbir Idul Fitri sebagai upaya mencegah potensi gangguan keamanan. “Saat ini yang kami amankan di Polres Demak ada dua berkapasitas tinggi. Itu dari Pati dan dari Blora, biaya (sewa) yang kami tanyakan tadi sekitar 25 sampai 35 juta,” kata Setyo, Kamis (19/3/2026) malam.
Kendaraan tersebut polisi amankan di Dukuh Kalitekuk, Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar oleh Satgas Gakkum dan Satgas Preemtif. Kedua truk kini berada di Polres Demak hingga Lebaran usai. “(Kedua truk) Ini kita tahan di Polres Demak sampai nanti Lebaran selesai,” ujarnya.
Pelarangan penggunaan sound horeg sendiri merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan Majelis Ulama Indonesia setempat. Dari total 10 unit sound horeg yang hadir, enam di antaranya telah membatalkan. Sementara empat lainnya masih ingin melanjutkan kegiatan.
“Ada 10, namun yang 4 masih kekeh untuk melaksanakan kegiatan, yang 6 sudah mengundurkan diri,” ujarnya.
Polisi menyebut wilayah Desa Ngaluran kerap menjadi titik rawan konflik saat malam Lebaran. Dengan insiden serupa pada 2023 dan 2024 yang dipicu penggunaan sound horeg hingga menimbulkan korban.
“Kejadian serupa bentrok antar dukuh, pemicunya sound horeg itu sendiri. Kita sweeping guna mencegah tahun 2023, 2024 yang memakan korban,” tuturnya.


















