(Doc-Istimewa)
Jakarta, mediasatu.co.id – Inflasi pascalebaran 2026 kira-kira akan mengalami kenaikan daripada tahun lalu, seiring tidak adanya kebijakan diskon tarif listrik yang sebelumnya menekan laju inflasi. Hal tersebut sesuai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Tahun kemarin kan sampai bulan Februari itu ada (diskon tarif) listrik, ya. Jadi, itu yang membuat inflasi tahun kemarin kan untuk dari segi listriknya deflasi,” kata Airlangga. “Ya, karena enggak ada kan berarti angkanya [tingkat inflasi] akan lebih tinggi,” tambahnya.
Sebagai gambaran, inflasi Maret 2025 tercatat sebesar 1,65 persen (mtm) dan 1,95 persen (yoy). Ini relatif rendah karena adanya insentif tarif listrik pada periode tersebut.
Meski demikian, Airlangga menilai kenaikan inflasi tidak akan terlalu tajam dan masih berada dalam batas yang terkendali. Ia juga menyoroti bahwa peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Lebaran berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 5,5 persen.


















