(Doc-nixnews)
Jakarta, mediasatu.co.id – Kasus perusakan toko “Adi Jaya” di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, yang melibatkan prajurit TNI AD berinisial Sertu AW dipastikan berakhir damai melalui proses mediasi. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan adanya penyelesaian damai dalam perkara tersebut.
“Iya benar,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra saat dihubungi, Rabu (6/5).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Eriyn Sumantri menjelaskan kedua pihak sepakat untuk saling memaafkan dan tidak membawa perkara itu ke jalur hukum.
“Enggak ada tuntutan ganti rugi, hanya masing-masing tidak saling menuntut dan saling memaafkan serta tidak mngulangi perbuatannya,” ucap Erlyn.
Peristiwa itu bermula saat Sertu AW hendak membeli rokok di toko menggunakan metode pembayaran QRIS karena tidak membawa uang tunai. Namun, penjaga toko menyampaikan adanya biaya tambahan admin sebesar Rp1.000 untuk pembayaran QRIS.
Menurut keterangan saksi mata bernama Maya, kondisi tersebut memicu cekcok antara prajurit TNI dan penjaga toko. Situasi semakin memanas setelah penjaga toko disebut sempat melontarkan makian kepada Sertu AW.
Akibat emosi, Sertu AW disebut memukul wajah penjaga toko. Keributan sempat dilerai penjaga toko lainnya yang merupakan suami dari penjaga toko tersebut.
Namun, Sertu AW kemudian merusak sejumlah etalase dan kulkas menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram. Setelah itu, ia kembali ke markasnya yang berada tidak jauh dari lokasi dan datang lagi bersama beberapa rekannya.
“Penjaga toko disuruh keluar, dipukuli. Dia luka-luka di muka, kaki dan badan yang saya lihat,” ujar Maya kepada Kompas.com, Selasa (5/5).
“Terus akhirnya teman-temannya geram, langsung dihancurkan lagi. Katanya sih ada (anggota TNI ditusuk). Cuma ternyata saya dengar dari orang dalamnya (pihak toko) enggak ada. Dia kena barang yang dia pegang sendiri, gunting atau apa gitu,” imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono menyatakan insiden tersebut dipicu kesalahpahaman saat transaksi di toko.
“Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung,” kata Donny.


















