(Doc-nixnews)
Sumatera Selatan, mediasatu.co.id – Polda Sumatra Selatan mengungkap kronologi kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan, Rabu (6/5) sekitar pukul 12.39 WIB.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, kecelakaan bermula saat bus ALS yang membawa 18 penumpang melaju dari Lubuklinggau menuju Jambi. “Sesampainya di tempat kejadian, diduga mobil ALS menghindari lubang dan membelokkan mobil ke kanan dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi sehingga menabrak mobil tangki Seleraya dari arah Jambi menuju ke arah Lubuklinggau,” kata Nandang kepada wartawan.
Benturan keras menyebabkan bus ALS dan truk tangki BBM terbakar di lokasi kejadian. Akibat insiden itu, sebanyak 16 orang meninggal dunia.
Korban tewas terdiri dari sopir bus ALS, 13 penumpang bus, serta sopir dan kernet truk tangki BBM.
Selain korban meninggal, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan tiga orang mengalami luka berat dan satu lainnya luka ringan. Para korban luka berat kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit.
Polda Sumsel bersama sejumlah instansi terkait kini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. “Tim terpadu dari Ditlantas di bawah pimpinan pak Dirlantas termasuk laboratorium forensik, TAA Laka dan Jasa Raharja sudah di TKP untuk melaksanakan kegiatan olah TKP terpadu untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan sebagainya,” ucap dia.
Sementara itu, Kapolres Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama menyebut kernet bus ALS yang selamat dari kecelakaan telah diperiksa polisi dan akan dimintai keterangan lebih lanjut.
“Kita akan periksa saksi si kernet, karena yang bersangkutan masih berada di Satlantas untuk dimintai keterangan,” ucap dia, Rabu (6/5).
Rendy menambahkan, api yang membakar kedua kendaraan kini telah berhasil dipadamkan dan arus lalu lintas di lokasi kejadian mulai kembali normal.
“Untuk kondisi saat ini alhamdulillah untuk kedua kendaraan sudah bisa dipadamkan dan sekarang arus lalin sudah mulai berangsur-angsur normal dan untuk bangkai kendaraan sudah bisa kita geser ke tepi,” sambung Rendy.


















