(Doc-Tirtoid)
Jakarta, mediasatu.co.id – Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan seorang dosen di Universitas Islam Negeri Walisongo tengah menjadi perhatian publik. Dosen laki-laki yang diketahui menjabat sebagai ketua program studi di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora itu diduga melakukan pelecehan verbal secara berulang terhadap mahasiswinya.
Pihak kampus menyatakan telah mengambil langkah penanganan melalui investigasi internal. Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo, Kurnia Muhajaroh, mengatakan pihaknya bersama Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) serta komite etik kini sedang mendalami dugaan tersebut.
Ia menjelaskan, hasil penyelidikan nantinya akan dijadikan rekomendasi sebelum diserahkan kepada pimpinan kampus sebagai bagian dari proses penindakan di lingkungan internal universitas. Sementara itu, Ketua Satgas PPKS, Nur Hasyim, mengungkapkan tim mulai bergerak pada Rabu (6/5/2026) malam usai menerima informasi awal yang beredar di media sosial terkait dugaan pelecehan tersebut.
Saat ini, tim investigasi masih berfokus mengumpulkan bukti dan mencari kemungkinan adanya saksi tambahan. Satgas juga menggandeng organisasi mahasiswa guna membantu menjangkau korban maupun pihak lain yang mengetahui dugaan kasus tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan pelecehan disebut telah berlangsung sejak 2008. Karena itu, tim masih mendalami kemungkinan adanya dokumen maupun bukti tambahan lain yang dapat memperkuat proses investigasi.
Tim investigasi turut meminta korban dan saksi agar tidak takut memberikan laporan. Kampus mengaku telah menyediakan ruang aman serta perlindungan bagi korban yang bersedia memberikan keterangan.
Meski proses investigasi berjalan, Hasyim menyebut terduga pelaku belum dapat diperiksa oleh tim selama belum ada laporan resmi dari korban. Hingga kini, dosen yang bersangkutan masih aktif mengajar dan menjabat di fakultas tersebut.


















