Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Ensiklik Baru Paus Leo XIV Bahas AI, Ingatkan Risiko Eksploitasi dan Dehumanisasi

3
×

Ensiklik Baru Paus Leo XIV Bahas AI, Ingatkan Risiko Eksploitasi dan Dehumanisasi

Sebarkan artikel ini
Screenshot
Example 468x60

(Doc-Tirtoid)

Jakarta, mediasatu.co.id – Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, merilis ensiklik pertamanya berjudul Magnifica Humanitas: On Safeguarding the Human Person in the Time of Artificial Intelligence pada 25 Mei 2026. Dokumen tersebut diterbitkan sebagai respons atas laju perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang dinilai semakin memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia modern.

Example 300x600

Peluncuran ensiklik itu dilakukan bertepatan dengan peringatan 135 tahun ensiklik sosial Rerum Novarum. Dalam dokumen barunya, Paus menyoroti peluang sekaligus ancaman yang dibawa teknologi kecerdasan buatan terhadap masa depan umat manusia.

Ensiklik merupakan dokumen resmi yang memuat ajaran, pandangan, maupun pedoman moral Gereja terkait persoalan penting yang dihadapi umat dan masyarakat luas. Melalui dokumen tersebut, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa perkembangan AI tidak boleh dipandang hanya sebagai isu teknis semata.

Menurutnya, kecerdasan buatan menyangkut dimensi moral, sosial, spiritual, hingga politik yang akan menentukan arah peradaban manusia ke depan. Ia menegaskan bahwa teknologi pada dasarnya bukanlah musuh manusia dan tidak memiliki sifat jahat secara inheren. Meski demikian, teknologi juga tidak pernah benar-benar netral karena selalu dipengaruhi oleh nilai, kepentingan, serta relasi kekuasaan pihak yang menciptakan, mendanai, mengatur, dan memanfaatkannya.

Dalam pesannya, Paus juga memperingatkan kemungkinan munculnya bentuk baru eksploitasi dan perbudakan digital apabila perkembangan AI tidak dibingkai dengan prinsip-prinsip etika.

Melalui ensiklik tersebut, ia menyerukan agar teknologi digunakan untuk mendukung martabat manusia, memperkuat keadilan sosial, mendorong perdamaian, dan menghadirkan kebaikan bersama, bukan menjadi alat dominasi kekuasaan maupun eksploitasi terhadap sesama manusia.

“Di era kecerdasan buatan, ketika martabat manusia terancam oleh bentuk-bentuk dehumanisasi baru, tugas mendesak kita adalah untuk tetap menjadi manusia seutuhnya,” tulis Paus Leo XIV.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *