(Doc-Infokrw)
Karawang, mediasatu.co.id – Sebanyak 3.428 warga yang tersebar di tiga desa di Kabupaten Karawang masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang terus mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
Data BPBD menunjukkan jumlah warga yang terdampak mencapai sekitar 1.238 kepala keluarga (KK). Penyaluran bantuan telah berlangsung sejak awal Juni 2026 dan hingga kini masih berlangsung secara berkala menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharam, menjelaskan bahwa distribusi air bersih berlangsung setelah pemerintah desa mengajukan permohonan bantuan. Hal ini karena sumber air di wilayahnya mulai mengalami kekeringan.
Wilayah yang saat ini masih menerima bantuan meliputi Desa Kutanagara di Kecamatan Tegalwaru, serta Desa Kutamekar dan Desa Mulyasejati di Kecamatan Ciampek. “Kalau melihat titik terdampak, saat ini ada tiga desa di dua kecamatan. Pertama di Kecamatan Tegalwaru, yakni Desa Kutanagara. Kemudian di Kecamatan Ciampek ada dua desa, yaitu Desa Kutamekar dan Desa Mulyasejati,” kata Ferry, Senin (6/7/2026).
BPBD memastikan akan terus mendistribusikan pasokan air bersih selama kebutuhan masyarakat belum terpenuhi. Pemantauan terhadap wilayah rawan kekeringan juga terus berlangsung untuk mengantisipasi bertambahnya desa yang terdampak seiring berlanjutnya musim kemarau.
















