(Doc-Infokrw)
Karawang, mediasatu.co.id – Pemerintah segera meresmikan pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Karawang, Jawa Barat, setelah proses pembangunannya rampung. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, fasilitas tersebut kini sudah siap beroperasi dan pemerintah hanya perlu menentukan waktu peresmian yang menyesuaikan agenda Presiden Prabowo Subianto.
“Sudah siap diresmikan. Kita tinggal menunggu waktu yang tepat dari Bapak Presiden. Pabriknya sudah jadi,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Pabrik tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik yang mengintegrasikan proses produksi dari sektor hulu hingga hilir. Proyek ini melibatkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Indonesia Battery Corporation (IBC). Serta, Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL), perusahaan patungan CATL, Brunp, dan Lygend.
Untuk menjalankan fasilitas tersebut, IBC dan CBL membentuk perusahaan patungan bernama PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Bahlil menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas di Karawang menambah kapasitas industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Sebelumnya, pemerintah telah merealisasikan pabrik baterai yang LG kembangkan.
Dengan tambahan fasilitas tersebut, Indonesia kini memiliki dua pabrik baterai kendaraan listrik yang dikembangkan melalui investasi berbeda. Pemerintah juga menjadikan pembangunan fasilitas tersebut sebagai bagian dari strategi hilirisasi untuk menciptakan ekosistem industri baterai yang terintegrasi di dalam negeri.
“Jadi sudah ada dua pabrik baterai yang kita bangun. Satu adalah LG di saat saya masih jadi Menteri Investasi, satu lagi adalah CATL di saat saya sudah jadi Menteri ESDM. Ini namanya hilirisasi yang ekosistem baterainya kita bangun semua di negara kita,” kata Bahlil.
















