(Doc-Istimewa)
Karawang, mediasatu.co.id — Sebanyak 2,49 ton atau sekitar 2.490 kilogram material pasir bercampur ceceran minyak berhasil terkumpul dari area pesisir Karawang. Total muatan tersebut di dapatkan setelah DLH Karawang bersama tim mengamankan sekitar 249 karung material limbah. Dengan estimasi berat 10 kilogram per karung.
Langkah cepat pengangkatan material cemaran yang memadati kawasan pantai saat ini memang menjadi fokus utama pemerintah. Ini sebagaimana pernyataan Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang, Luki Mantera Dewi Putra Romly.
Penanganan darurat di wilayah perairan Desa Sedari dan Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang, ini berlangsung pada Jumat (28/8/2026) atas instruksi langsung dari Bupati Karawang Aep Syaepuloh. Dampak dari sebaran ceceran minyak pekat yang meluas di pesisir Cemarajaya tersebut kian terasa oleh para nelayan. Ini karena material hitam telah mengotori alat-alat tangkap ikan milik mereka.
Aksi bersih-bersih ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang terdiri dari warga setempat, aparatur desa, personel TNI-Polri, petugas DLH Karawang, hingga jajaran PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Ketua Forum Komunikasi Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (KKPMP), Abdul Syafii, menegaskan bahwa tindakan cepat harus berlangsung. Mengingat mata pencaharian warga dan nelayan lokal sudah mulai terganggu.
“Kami mewakili masyarakat pesisir dan nelayan terdampak bekerja sama dengan perusahaan, forum pemberdayaan pesisir untuk melakukan pembersihan limbah. Kami tidak berpikir dari mana limbah itu karena pembersihan harus secepatnya dilakukan, dan alhamdulillah perusahaan men- support,” ujar Abdul, Jumat.
















