(Doc-Istimewa)
Karawang, mediasatu.co.id — Persoalan aktivitas kendaraan tambang di ruas Jalan Badami-Loji, Kabupaten Karawang, kembali mencuat. Sejumlah truk bermuatan tambang milik PT Jui Shin Indonesia (JSI) masih melintasi jalur tersebut.
Koordinator Solidaritas Akar dari Warga Karawang Selatan, Mohammad Alda, mengatakan warga masih melihat sejumlah armada PT JSI melintas di Jalan Badami-Loji pada Senin (21/9/2026) pagi.
Alda menilai aktivitas tersebut tidak seharusnya kembali berlangsung. Sebab, PT JSI masih menjalani sanksi dan sebelumnya telah ada kesepakatan agar perusahaan menunggu hingga jalur khusus angkutan tambang tersedia.
“PT JSI masih dapat sanksi dan sudah ada kesepakatan untuk menunggu jalur khusus tambang. Tetapi kenyataannya, armada mereka masih melintas di jalur Badami-Loji,” ujar Alda saat dihubungi, Senin (21/9/2026).
Menurut Alda, kendaraan tambang yang tetap menggunakan Jalan Badami-Loji dapat berdampak terhadap masyarakat yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut.
Karena itu, Alda meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas kendaraan tambang PT JSI di ruas tersebut.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman menutup sementara operasional PT Mas Putih Belitung (MPB), anak perusahaan PT JSI, pada Selasa (15/9/2026).
Meski pemerintah melakukan penutupan sementara, Alda menilai persoalan angkutan tambang di Jalan Badami-Loji belum selesai. Ia menyebut armada PT JSI masih melintas di jalur tersebut.
Alda juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali membahas rencana pembangunan jalur atau jembatan khusus menuju akses keluar tol. Sebelumnya, opsi tersebut telah masuk dalam pembahasan bersama PT MPB, PT JSI, dan pemerintah daerah.
Ia berharap pemerintah dapat mencari solusi yang tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus memberikan jalur khusus bagi kendaraan tambang.
















