(Doc-Tirtoid)
Karawang, mediasatu.co.id — Petani di Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, kembali menghadapi ancaman gagal panen. Ratusan hektare sawah mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air. Petani menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi kemarau. Mereka justru menyoroti kondisi saluran air di kawasan Pasar Karangjati, Pedes.
Menurut petani, bangunan permanen yang berdiri di sekitar pasar diduga memakan badan saluran air. Kondisi itu mereka nilai menghambat aliran air menuju area persawahan.
Gangguan tersebut membuat petani kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah. Mereka pun mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani.
Situasi itu dinilai ironis ketika pemerintah tengah mendorong penguatan ketahanan pangan. Petani justru masih menghadapi persoalan mendasar berupa keterbatasan air.
“Katanya Bupati sedang mendukung ketahanan pangan. Di mana letak keberpihakan kepada petani? Kami kemarin gagal panen,” ujar salah seorang petani.
Petani mengaku sudah menyampaikan persoalan saluran air tersebut kepada pihak kecamatan. Mereka juga telah mengadukan kondisi itu kepada UPTD terkait.
Namun, petani menyebut belum melihat langkah serius untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan dan memastikan saluran air kembali berfungsi.
Bangunan liar di sekitar Pasar Karangjati kini menjadi sorotan petani. Mereka menduga keberadaan bangunan tersebut mengganggu fungsi saluran air menuju lahan pertanian.
















