Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Pertamina Ajak Santri di Karawang Olah Sampah Jadi Kompos hingga Biogas

×

Pertamina Ajak Santri di Karawang Olah Sampah Jadi Kompos hingga Biogas

Sebarkan artikel ini
Screenshot
Example 468x60

(Doc-Istimewa)

Karawang, mediasatu.co.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Cikampek mendorong santri mengolah sampah menjadi produk bernilai guna. Upaya ini dilakukan melalui program Agro Santri untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular dan kemandirian pesantren.

Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kelas Farming di Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, Karawang, pada Jumat (16/10/2026). Sebanyak 16 siswa SMP mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Prakarsa Bagja Juara.

Dalam kegiatan tersebut, para santri mendapat edukasi dan pendampingan dari Local Hero Endang Sutisna bersama Community Development Officer (CDO). Mereka mempelajari cara mengolah limbah lingkungan pesantren menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Para santri juga mempraktikkan prinsip 4R, yakni Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot. Mereka mengolah sisa makanan dan daun kering menjadi kompos sekaligus memanfaatkannya sebagai bahan baku biogas.

Sementara itu, para santri mengumpulkan botol plastik melalui bank sampah untuk menambah kas kobong atau asrama. Mereka juga memanfaatkan sebagian botol sebagai wadah tanam sayuran.

Program ini memberikan manfaat bagi pengelolaan lingkungan sekaligus mendukung efisiensi kebutuhan pesantren.

Setiap bulan, para santri mengolah sekitar 15–20 kilogram sampah organik menjadi kompos dengan hasil sekitar 50 kilogram. Mereka juga memanfaatkan limbah organik tersebut sebagai bahan baku biogas.

Di sisi lain, bank sampah asrama mengumpulkan sekitar 10–15 kilogram botol plastik setiap bulan. Para santri kemudian memanfaatkan botol tersebut sebagai pot vertikal untuk membudidayakan sayuran secara hidroponik maupun organik.

Pemanfaatan biogas turut membantu pesantren menghemat penggunaan LPG setara dengan empat hingga lima tabung berukuran 3 kilogram setiap bulan. Sementara itu, kegiatan budi daya sayuran mampu menekan anggaran belanja sayur pesantren sekitar 20–30 persen.

Melalui Agro Santri, pengelolaan sampah tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi pesantren untuk menghemat biaya operasional dan mengembangkan kemandirian pangan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *