(Doc-nixnews)
Bulusaraung, mediasatu.co.id – Tim SAR akhirnya berhasil menemukan kotak hitam pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport dengan registrasi PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Black box yang terdiri dari Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR) tersebut tim SAR temukan pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 11.00 WITA di bagian ekor pesawat.
“Kita bersyukur, pada pukul 11.00 WITA tim khusus yang kita bentuk bersama personel Yonif 700 Raider Ida Yudha Sakti, Basarnas, dan Tim Reaksi Cepat Tonasa berhasil menemukan black box,” kata Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi.
Menurut Dody, kotak hitam dalam kondisi utuh meski berada di kedalaman sekitar 150 meter dari titik utama jatuhnya pesawat. Kini, black box tersebut tim SAR serahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada Kamis (22/1/2026) di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar. Penyerahan berlangsung oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menyatakan, keberadaan black box sangat krusial untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan pesawat tersebut. Ia menjelaskan, CVR menyimpan empat saluran rekaman. Di mana, merekam komunikasi pilot dengan ATC, percakapan antar pilot, suara di dalam kokpit, serta suara latar selama penerbangan.
“Jadi segala macam suara yang ada di dalam kokpit itu akan terdengar. Dan apa pembicaraan antara kedua pilot ini juga akan terdengar. Nah, itu juga menjadi satu bahan untuk evaluasi,” kata Soerjanto.
Selain itu, FDR merekam sekitar 88 parameter penting penerbangan, termasuk ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, hingga performa mesin. “Ketinggian, kecepatan, segala macam, yang berisi data penerbangan. Dengan kita temukan black box ini, teka-teki apa yang terjadi di kecelakaan ini bisa kita ungkap dengan lebih tepat. Jadi kita tidak berdasarkan kira-kira, tapi benar-benar berdasarkan data yang bisa kita pegang keakurasiannya,” sambungnya. (Red).


















