Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukrim

Direktur Utama Allo Bank Terjerat Kasus Korupsi Mesin EDC BRI

45
×

Direktur Utama Allo Bank Terjerat Kasus Korupsi Mesin EDC BRI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

(Doc-Istimewa)

Jakarta, mediasatu.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT Allo Bank Indonesia Tbk, Indra Utoyo (IU), sebagai salah satu tersangka dalam kasus korupsi pengadaan mesin EDC di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ia terlibat kasus korupsi untuk periode 2020 hingga 2024.

Example 300x600

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa Indra terlibat saat masih menjabat sebagai Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi di BRI. Menurutnya, salah satu peran Indra adalah mengarahkan agar pengadaan mesin EDC beralih dari sistem konvensional ke digital berbasis Android. Ia juga mengatur pertemuan dengan pihak tertentu agar mereka terpilih sebagai vendor pengadaan mesin tersebut.

“IU (Indra Utoyo) sebagai Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi BRI,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, pada Rabu (9/7/2025).

KPK menyatakan telah mengantongi bukti yang cukup bahwa tindakan yang Indra dan beberapa pihak lainnya lakukan mengakibatkan kerugian negara. Selain Indra, 4 orang lain turut menjadi tersangka dalam perkara ini, yakni:

  1. Catur Budi Harto, mantan Wakil Direktur Utama BRI
  2. Dedi Sunardi, SEVP Manajemen Aktiva dan Pengadaan BRI
  3. Elvizar, Direktur Utama PT Pasifik Cipta Solusi
  4. Rudy S. Kartadidjaja, Direktur Utama PT Bringin Inti Teknologi

Kelima tersangka terjerat dengan pasal-pasal dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (Red).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *