(Doc-Istimewa)
Ekuador, mediasatu.co.id – Dunia sepak bola Ekuador kembali berduka setelah mantan pemain Timnas Ekuador, Mario Alberto Pineida Martínez, tewas dalam insiden penembakan di Guayaquil pada Rabu (17/12) waktu setempat. Bek Barcelona SC itu meninggal dunia pada usia 33 tahun.
Mengacu pada laporan BBC, Pineida menjadi korban serangan 2 orang asing yang datang menggunakan sepeda motor. Mereka melepaskan tembakan saat Pineida berada di luar sebuah toko bersama ibunya dan seorang perempuan lain.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kementerian Dalam Negeri Ekuador menyatakan telah mengerahkan unit kepolisian khusus guna mengusut kasus penembakan yang menewaskan mantan pemain tim nasional itu.
Al Jazeera melaporkan bahwa kota Guayaquil belakangan ini menjadi episentrum kekerasan geng yang berkaitan erat dengan jaringan perdagangan narkoba. Situasi keamanan yang memburuk turut menyeret sejumlah pesepak bola sebagai korban dalam beberapa bulan terakhir.
Pada September lalu, tiga pemain sepak bola divisi dua dilaporkan tewas akibat kekerasan bersenjata. Sementara itu, seorang pemain lokal lainnya mengalami luka tembak dalam insiden terpisah yang terjadi pada Oktober.
Dalam karier internasionalnya, Pineida tercatat membela Timnas Ekuador sebanyak sembilan kali sejak 2014 hingga 2021, berdasarkan data Transfermarkt.
Bek kelahiran 6 Juli 1992 tersebut memulai perjalanan profesionalnya di Independiente del Valle. Ia kemudian bergabung dengan Barcelona SC pada 2016 dan berhasil mempersembahkan dua gelar Liga Pro Ecuador Serie A pada 2016 dan 2020.
Selain itu, Pineida juga pernah menjalani masa peminjaman ke Fluminense dan El Nacional. Bersama El Nacional, ia meraih gelar Copa Ecuador pada 2024.


















