(Doc-Fakta Indo)
Iran, mediasatu.co.id – Ketegangan di kawasan Selat Hormuz masih berdampak pada aktivitas pelayaran minyak dunia. Termasuk terhadap dua kapal tanker milik Pertamina, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang hingga kini belum dapat melintasi jalur tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu rute energi terpenting di dunia. Hal ini karena sekitar 20% perdagangan minyak global melewati kawasan perairan ini.
Penutupan jalur pelayaran selama sekitar satu minggu terakhir telah memicu lonjakan tajam harga minyak dunia. Pada perdagangan kemarin, harga minyak bahkan sempat mencapai USD 120 per barel, meningkat signifikan dari kisaran normal yang biasanya berada di level USD 70 hingga USD 90 per barel.
Di tengah situasi tersebut, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyampaikan pernyataa. Bahwa, negara-negara yang mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel akan diberikan kebebasan melintas di Selat Hormuz mulai besok.
Pernyataan itu mereka sampaikan melalui media pemerintah Iran pada Selasa (10/3/2026). Hal ini sebagai bagian dari sikap politik dan keamanan negara tersebut di tengah meningkatnya ketegangan regional.


















