(Doc-Istimewa)
Jakarta, mediasatu.co.id – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyiapkan pengamanan melalui Operasi Ketupat dengan melibatkan ratusan ribu personel di seluruh wilayah Indonesia.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan total sebanyak 161 ribu personel akan dikerahkan dalam operasi tersebut. Jumlah itu terdiri dari 1.290 personel Mabes Polri, 87.936 personel dari Polda, serta dukungan 72.015 personel dari berbagai kementerian dan lembaga terkait.
“Polri juga menggelar 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari 1.624 pos pam, kemudian 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu,” kata Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Rabu (11/3).
Operasi Ketupat akan difokuskan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran. Selain itu, pengamanan juga dilakukan di berbagai lokasi yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat.
Sejumlah tempat yang menjadi perhatian pengamanan antara lain masjid, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun kereta api, pusat perbelanjaan, objek wisata, hingga lokasi pelaksanaan Salat Id.
“Objek pengamanan yang akan diamankan oleh Operasi Ketupat ini ada 182.608 objek pengamanan,” jelasnya.
Polri memperkirakan jumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun ini mencapai sekitar 146 juta orang. Mayoritas pemudik diperkirakan berasal dari sejumlah provinsi di Pulau Jawa.
“3 daerah asal pemudik terbanyak masih dari Jawa Barat. Dari Jawa Barat itu ada 30 juta lebih. Kemudian dari DKI 19 juta lebih. Kemudian dari Jawa Timur 17 juta lebih,” kata Dedi.
Sementara itu, kendaraan pribadi diprediksi masih menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat saat mudik.
“Mobil itu ada 76 juta, ini menjadi fokus kami karena moda mobil ini menggunakan jalan tol maupun non-tol,” paparnya.
“Kemudian motor ada 24 juta. Ini juga harus kami antisipasi karena data kami kecelakaan, angka kecelakaan tertinggi justru ada di sepeda motor,” sambungnya.
Selain mobil dan sepeda motor, masyarakat juga memanfaatkan moda transportasi lain seperti bus, kereta api, hingga pesawat. Data Polri mencatat sekitar 23 juta orang diperkirakan mudik menggunakan bus, 6,9 juta orang menggunakan kereta api, serta 4,9 juta orang menggunakan pesawat.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama periode mudik dan arus balik, Polri juga telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, mulai dari sistem satu arah (one way), contraflow hingga kebijakan ganjil genap yang akan diterapkan secara situasional.
Di sisi lain, Polri juga menyiapkan dukungan evakuasi darurat melalui ambulans udara. Dua helikopter telah disiagakan untuk membantu penanganan kondisi darurat selama arus mudik. Helikopter tersebut ditempatkan di kawasan Kalikangkung, Semarang dan Rest Area KM 29 Tol Jakarta-Cikampek.
Helikopter berjenis NBO 105 itu mampu mengangkut 2 korban sekaligus dan dilengkapi peralatan medis udara. Helikopter ini nantinya akan digunakan untuk mengevakuasi korban dalam kondisi darurat.


















