(Doc-Fakta Indo)
Rusia, mediasatu.co.id – Ledakan rudal yang ditembakkan Israel terjadi hanya sekitar dua meter dari posisi jurnalis Russia Today (RT), Steve Sweeney, dan kameramennya, menyebabkan keduanya mengalami luka-luka saat melakukan peliputan pada Kamis (19/3/2026).
RT menilai bahwa serangan tersebut bukan insiden acak, melainkan tindakan yang secara sengaja menargetkan jurnalis, meskipun mereka telah mengenakan rompi pers yang mudah dikenali. Steve Sweeney sendiri menyatakan keyakinannya bahwa serangan itu bertujuan membungkam liputannya mengenai dugaan pengeboman jembatan serta pengusiran paksa sekitar satu juta warga Lebanon, yang ia sebut sebagai pembersihan etnis melebihi Nakba di Palestina.
Kecaman juga datang dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova. “Mengingat pembunuhan lebih dari 200 jurnalis di Gaza, peristiwa hari ini tidak dapat disebut sebagai kecelakaan,” tulis Zakharova.
Berdasarkan data PBB hingga Januari 2026, lebih dari 300 jurnalis dilaporkan tewas dalam konflik yang melibatkan Israel, dengan mayoritas sebanyak 292 orang merupakan jurnalis Palestina. Sementara itu, Committee to Protect Journalists (CPJ) menyebut militer Israel sebagai pihak dengan jumlah pembunuhan jurnalis tertinggi di dunia sejak pencatatan dimulai pada 1992.


















