Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Masuk ke Rumah Warga, Remaja Disabilitas di Karawang Tewas Dianiaya Massa

38
×

Masuk ke Rumah Warga, Remaja Disabilitas di Karawang Tewas Dianiaya Massa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

(Doc-Istimewa)

Karawang, mediasatu.co.id – Seorang remaja penyandang disabilitas mental berinisial RP (15) meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan warga di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang. Keluarga menerima kabar duka tersebut pada Kamis (13/11/2025), ketika korban wafat di RSUD Bayu Asih Purwakarta setelah dalam kondisi koma selama sekitar satu minggu.

Example 300x600

Menurut Pekerja Sosial Dinas Sosial Karawang, Asep Riyadi, kejadian tersebut terjadi saat sejumlah warga mendapati korban masuk ke dalam rumah seorang penduduk pada Selasa (5/11/2025) malam. Karena tidak mengetahui kondisi korban sebagai individu dengan disabilitas mental, warga langsung melakukan pengeroyokan.

“Pihak kepolisian waktu itu lalu mengantar korban ke RSUD Karawang karena kondisinya kritis,” ujarnya.

Informasi mengenai kematian korban sebelumnya kuasa hukum keluarga, Aris Nurjaman sampaikan. “Telah meninggal dunia RP, korban pengeroyokan massa. Lokasi di Dusun Ondang 1 RT 006, RW 003, Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang,” ucapnya, pada Jumat (14/11/2025).

Kakak angkat korban, Pesta Garlesta, juga membenarkan bahwa ia mendapat kabar langsung dari Polsek Cilamaya terkait insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban merupakan yatim piatu sejak bayi dan memang sering pergi tanpa sepengetahuan keluarga. Namun, warga di daerah tempat tinggalnya di Purwakarta sudah memahami kondisinya.

“Dulu pernah kabur ke Karawang diamankan dinsos di rumah singgah. Terus kemarin pas masuk ke rumah orang (warga), mungkin pas warga tanya gak jawab-jawab karena dia kesusahan jawab, akhirnya warga mengeroyoknya dan mengira maling,” tambahnya.

Bibi korban, Yana, menuturkan bahwa selama ini korban tidak pernah terlibat masalah apapun. “Iya, memang suka keluar rumah, tapi enggak pernah ada kasus apa-apa (seperti pencurian). Selama ini kalau pergi juga paling dijemput warga yang mengenal dia. Enggak pernah ada tuduhan apapun, baru kali ini sampai seperti ini,” ungkapnya.

Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya untuk tidak main hakim sendiri. Warga harap untuk lebih menjaga emosi untuk mencegah terjadinya kasus serupa di kemudian hari. (Red).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *