(Doc-Istimewa)
Aceh, mediasatu.co.id – Antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat memadati sejumlah SPBU di kawasan Dataran Tinggi Gayo, meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, sejak Rabu (4/3/2026).
Di SPBU Kemili Takengon, antrean kendaraan bahkan dilaporkan mencapai hampir satu kilometer. Sementara di SPBU Tan Saril, panjang antrean diperkirakan sekitar 500 meter.
Warga yang datang untuk mengisi bahan bakar terlihat membawa berbagai wadah seperti jeriken hingga kantong plastik guna membeli BBM dalam jumlah banyak karena khawatir terjadi kelangkaan.
Kondisi tersebut masih berlanjut hingga Kamis (5/3/2026). Di beberapa lokasi, situasi antrean sempat memicu keributan antar warga yang menunggu giliran membeli BBM.
Kepanikan masyarakat dipicu oleh informasi terkait stok BBM nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, sebelumnya menyampaikan bahwa cadangan bahan bakar nasional diperkirakan hanya cukup untuk 20 hingga 25 hari ke depan.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran sejak akhir Februari 2026.
Selain itu, keputusan Iran menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz juga mempengaruhi distribusi minyak dunia sehingga harga minyak mentah naik hingga 78–80 dolar AS per barel.
Meski muncul kekhawatiran di masyarakat, pemerintah memastikan pasokan BBM di dalam negeri tetap aman. Pertamina juga menegaskan distribusi bahan bakar ke wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah masih berjalan normal.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan dan cukup membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap stabil.


















