(Doc-Fakta Indo)
Jakarta, mediasatu.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang Badan Gizi Nasional (BGN) jalankan akan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Seluruh kelompok sasaran program tetap menerima layanan, meskipun mekanisme distribusi disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah.
Di wilayah dengan mayoritas penduduk menjalankan ibadah puasa, pembagian makanan MBG pada jam sekolah dan boleh untuk siswa bawa pulang. Skema ini memungkinkan penerima manfaat mengonsumsi makanan tersebut saat waktu berbuka.
BGN menyiapkan menu berupa makanan siap saji yang memiliki ketahanan hingga 12 jam. Dengan demikian, kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga meskipun tidak langsung siswa konsumsi setelah penyaluran.
Berbeda dengan wilayah yang mayoritas penduduknya tidak berpuasa, penyaluran MBG di daerah tersebut seperti hari-hari biasa tanpa adanya perubahan pola distribusi. BGN menegaskan bahwa penyesuaian hanya berlaku pada waktu dan cara pembagian makanan, bukan pada penerima manfaat.
Program ini tetap menyasar peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita selama Ramadan. BGN menegaskan tidak ada pengurangan layanan selama periode tersebut.
Untuk 2026, BGN menargetkan MBG menjangkau sebanyak 82,9 juta penerima manfaat. Target tersebut dapat tercapai dalam waktu lima bulan, seiring meningkatnya jumlah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Secara anggaran, program MBG didukung dana sebesar Rp268 triliun dan dana cadangan Rp67 triliun, sehingga total anggaran yang mencapai Rp335 triliun. (Red).


















