(Doc-Istimewa)
Yogyakarta, mediasatu.co.id – Aksi penjambretan yang terjadi di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (9/2) sore, berhasil digagalkan korban sendiri. Seorang mahasiswi berinisial E (21) nekat menabrakkan motornya ke motor pelaku hingga terjatuh.
Kejadian bermula ketika ponsel korban yang berada di dasbor motor dirampas saat melintas di Jalan Menteri Supeno. Bersama rekannya Y (22), korban langsung melakukan pengejaran hingga ke kawasan Jalan Pakel Baru Utara.
“Ketika sampai di dekat SD Muhammadiyah Pakel korban menabrakkan motornya ke motor pelaku sehingga pelaku terjatuh dan kemudian dibantu warga pelaku dan barang bukti diamankan,” kata Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Gandung Harjunadi, Senin (9/2).
Menurut Kapolsek Umbulharjo AKP Hellga Dimas Prakosa, korban mengaku spontan mengejar karena merasa dirugikan.
“Korban merasa dirugikan oleh ulah pelaku, handphone tiba-tiba diambil jadi refleks melakukan pengejaran dan terjadilah kecelakaan tersebut,” katanya.
Hal senada disampaikan Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo Iptu Brimastya Paramadhanys.
“Spontan setelah itu namanya juga cewek to. Terus ada warga juga. Dia (korban) sambil teriak “maling-maling”. Terus disundul lah (motor pelaku),” kata Brimastya.
Pembonceng korban juga sempat menghubungi 110 untuk meminta bantuan polisi.
“Kondisi saat itu belum terlalu gelap jam 5 (sore),” katanya.
Pelaku berinisial W alias Koko alias Siheng diketahui telah dua kali melakukan aksi serupa pada hari yang sama, termasuk di Kelurahan Tahunan. Dalam aksinya, ia sempat mengganti pakaian dan menggunakan kendaraan hasil curian.
Pelaku yang merupakan residivis kasus penganiayaan itu kini dijerat Pasal 476 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara atau denda Rp500 juta. Polisi memastikan tidak menerapkan pasal lalu lintas terhadap korban.
“Tidak ada (penerapan pasal lalu lintas angkutan jalan). Karena kami masih konsen kasus pencuriannya,” kata Hellga.


















