(Doc-Istimewa)
Nusa Tenggara Timur, mediasatu.co.id – Seorang siswa sekolah dasar berinisial YBS (10), kelas IV, meninggal dunia di kawasan Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (29/1) siang. Korban selama ini tinggal bersama neneknya di sebuah pondok yang berada di area perkebunan.
Di sekitar lokasi kejadian, aparat kepolisian menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga kuat dibuat oleh korban. Polisi menyebutkan, temuan tersebut kini menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus E. Pissort, menyampaikan bahwa dugaan awal korban meninggal akibat bunuh diri. Meski demikian, kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
βIni berdasarkan hasil pencocokan dengan tulisan korban di beberapa buku tulis. Penyidik menemukan adanya kecocokan,β ujar Benediktus.
Ia juga membenarkan bahwa surat yang ditemukan tersebut diduga ditulis oleh korban sendiri. Selain itu, polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Adapun saksi-saksi yang dimintai keterangan yakni Kornelis Dopo (59), Gregorius Kodo (35), dan Rofina Bera (34), yang merupakan warga setempat.
Dalam keterangannya kepada penyidik, Kornelis mengaku mendapati korban dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 11.00 WITA saat hendak mengikat kerbau di dekat pondok milik nenek korban. Ia kemudian berlari ke arah jalan sambil berteriak meminta pertolongan, hingga warga berdatangan dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Sementara itu, dua saksi lainnya, Gregorius dan Rofina, menyebut sempat bertemu korban sekitar pukul 08.00 WITA. Saat itu, korban terlihat duduk di luar pondok. Keduanya sempat berbincang dan menanyakan alasan korban tidak masuk sekolah serta keberadaan neneknya.
Ibu korban, MGT (47), mengungkapkan bahwa putranya sempat menginap di rumahnya pada malam sebelum kejadian. Pada pagi harinya, sekitar pukul 06.00 WITA, korban diantar kembali ke pondok neneknya menggunakan jasa ojek.
Menurut sang ibu, ia sempat menasihati korban agar rajin bersekolah meski kondisi ekonomi keluarga dalam keterbatasan. Sebelum berpisah, korban juga sempat meminta uang untuk membeli buku dan pena. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi lantaran sang ibu tidak memiliki uang saat itu.
Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan tambahan untuk mengungkap secara utuh latar belakang peristiwa tersebut.


















