(Doc-Infokrw)
Karawang, mediasatu.co.id – Bagi Iman Kartiman (55), kedatangan bulan Agustus selalu membawa harapan baru. Selama 12 tahun, ia memanfaatkan momentum menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia untuk menambah penghasilan dengan berjualan bendera.
Pria asal Cirebon yang kini tinggal di kawasan Johar, Karawang, itu mulai menawarkan dagangannya sejak akhir Juli. Setiap hari, Iman membawa sekitar dua kodi atau 40 lembar bendera dengan berbagai ukuran untuk ia tawarkan kepada warga, komunitas, hingga perkantoran.
Ia menjual bendera berukuran 90 sentimeter dengan harga Rp25 ribu. Sementara itu, bendera berukuran 150 sentimeter ia tawarkan seharga Rp75 ribu.
“Kalau Agustus memang bulan yang paling saya tunggu. Selain bulan ini saya jualan mainan, tapi kalau sudah mendekati 17 Agustus saya jualan bendera,” ujarnya saat ditemui di kawasan Galuh Mas, Karawang, Rabu (5/8).
Iman telah menetap di Karawang selama tujuh tahun. Ia menjadikan aktivitas berjualan bendera sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan hidup di perantauan sekaligus membantu keluarga di kampung halaman.
Menurut Iman, penjualan tahun ini menunjukkan perkembangan positif dibandingkan tahun sebelumnya. Ia memperkirakan permintaan akan meningkat mulai 10 Agustus ketika masyarakat mulai menghiasi lingkungan dengan bendera dan umbul-umbul.
Pengalaman selama pandemi Covid-19 masih ia ingat. Saat itu, pembeli hampir tidak ada sehingga pendapatannya dari berjualan bendera turun drastis.
Kini, kondisi pasar mulai membaik. Ketika pembeli ramai, Iman mampu meraih omzet hingga Rp1 juta dalam sehari. Namun, saat penjualan sepi, pendapatannya hanya berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.
Hujan menjadi salah satu kendala utama bagi Iman. Cuaca buruk membuatnya kesulitan berkeliling dan menawarkan dagangan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Iman tetap menjalani rutinitas berjualan setiap Agustus. Hasil penjualan bendera selama musim kemerdekaan menjadi salah satu penopang ekonomi keluarganya.
Ia menggunakan sebagian penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama tinggal di Karawang. Sementara sebagian lainnya ia kirim kepada keluarga yang berada di kampung halaman.
Bagi Iman, bendera Merah Putih yang ia jajakan bukan hanya simbol perayaan kemerdekaan. Di balik setiap lembar bendera yang terjual, terselip harapan untuk membawa pulang penghasilan dan memenuhi kebutuhan keluarganya.
















