(Doc-Istimewa)
Karawang, mediasatu.co.id – Banjir yang terus melanda Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, selama puluhan tahun turut menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat. Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyoroti persoalan tersebut saat meninjau rumah pompa pengendali banjir di wilayah itu, Jumat (18/9/2026).
Saan menyebut banjir berdampak terhadap sekitar 300 hektare sawah. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu hasil pertanian warga setiap kali banjir kembali terjadi.
Ia memperkirakan, dengan asumsi produksi rata-rata mencapai 7 ton gabah per hektare, sekitar 2.100 ton gabah berpotensi terdampak banjir.
“Total sekitar 300-an hektare. 300 hektare sawah yang terdampak. Kalau rata-rata 7 ton saja per hektarnya, kalikan 300 hektar,” kata Saan saat meninjau lokasi rumah pompa pengendali banjir di Karangligar, Jumat (18/9/2026).
Saan mengatakan potensi kerugian ekonomi bisa semakin besar jika masyarakat gagal memanen gabah akibat sawah terendam. Perhitungan tersebut juga belum memperhitungkan nilai beras yang seharusnya masyarakat hasilkan dari gabah tersebut.
Selain persoalan ekonomi, Saan menilai banjir juga memberikan tekanan psikologis kepada warga yang terus menghadapi bencana tersebut.
“Ini bukan lebih kepada soal komitmen, keberpihakan, kemauan kita untuk membebaskan masyarakat kita dari segala beban yang dialami,” ujarnya.
Menurut Saan, masyarakat Karangligar dan wilayah sekitarnya sudah menghadapi persoalan banjir dalam waktu yang sangat panjang. Berdasarkan informasi yang ia terima, genangan banjir di kawasan tersebut bahkan terus terjadi selama sekitar 25 tahun.
Karena itu, Saan menilai penanganan banjir Karangligar perlu melihat dampaknya secara menyeluruh, baik terhadap perekonomian maupun kehidupan masyarakat.
















