(Doc-nixnews)
Jakarta, mediasatu.co.id – Lonjakan pengunjung menjelang Lebaran membuat kawasan Pasar Tanah Abang dipenuhi aktivitas jual beli pada Senin (16/3). Kepadatan ini bahkan meluas hingga ke area halte TransJakarta di sekitar pasar.
Sejumlah pedagang terlihat memanfaatkan halte Explorer Tanah Abang sebagai lokasi berjualan. Lorong halte yang seharusnya menjadi jalur pejalan kaki berubah menjadi pasar sementara dengan deretan gantungan pakaian di sepanjang area.
Kondisi tersebut menyebabkan penumpang dan pengunjung harus berbagi ruang dengan pedagang kaki lima. Ruang gerak menjadi sempit, terutama saat bus datang dan menurunkan penumpang.
Banyak orang harus berjalan berdesakan melewati lorong yang penuh barang dagangan. Selain pakaian seperti gamis, kemeja, dan celana, pedagang juga menjual makanan ringan serta minuman.
Bahkan, beberapa gerobak berukuran besar ikut masuk ke dalam area halte, sehingga membuat lingkungan terlihat semrawut dan sampah berserakan. Seorang pedagang bernama Efrizal (48) mengaku memilih lokasi tersebut karena lebih strategis dalam menjaring pembeli.
“Pembeli banyaknya di sini (sekitar halte) kadang ada yang beli males turun dari motor kita layanin,” kata Efrizal.
Ia menyadari bahwa lokasi tersebut sebenarnya bukan tempat untuk bagi aktivitas berdagang. “Iya sih (salah) tempat orang naik turun Transjakarta. Tapi sekarang doang kok, kalau biasanya kita di dalam,” kata dia.
Pedagang lain, Nirmala (23), juga menilai berjualan di luar area pasar memberikan peluang lebih besar untuk menarik pembeli.
“Kalau di luarkan, orang yang niatnya tidak beli, jadi beli,” kata Nirmala.
“Pasarnya lebih banyak kalau di luar,” tambahnya.


















