(Doc-infokrw)
Karawang, mediasatu.co.id – Kondisi arus mudik Lebaran 2026 di jalur arteri wilayah Karawang, Jawa Barat, terpantau masih sangat kondusif dan landai meski sudah memasuki periode kurang dari sepekan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Pihak kepolisian mengamati adanya fenomena menarik tahun ini, di mana kelancaran lalu lintas tersebut sangat dipengaruhi oleh meningkatnya preferensi masyarakat untuk pulang kampung menggunakan moda transportasi massal. Berdasarkan pemantauan di Pos Terpadu Rest Area KM 57, volume kendaraan pribadi baik di jalan tol maupun jalur arteri justru mengalami sedikit penurunan jika dibandingkan dengan periode mudik pada tahun-tahun sebelumnya.
Sebaliknya, lonjakan penumpang justru terjadi sangat signifikan pada sektor transportasi umum, terutama kereta api. Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, mengungkapkan bahwa data lapangan menunjukkan adanya pergeseran tren pilihan transportasi masyarakat. Beliau menjelaskan situasi di titik-titik kumpul penumpang sebagai berikut:
“Berdasarkan data yang kita collect, data dari terminal kemudian stasiun. Ada lonjakan penumpang, khususnya di stasiun-stasiun kita dapatkan datanya bahwa terjadi penambahan penumpang yang signifikan dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya, Selasa (17/3).
Fenomena ini dianggap sebagai sinyal positif bahwa kesadaran masyarakat untuk meminimalisir kepadatan jalan mulai meningkat, sebagaimana ditambahkan oleh Fiki:
“Ini artinya bahwa masyarakat yang melakukan mudik ini mulai beralih dari menggunakan kendaraan pribadi, menggunakan kendaraan transportasi publik,” tambah Fiki.
Keberhasilan peralihan moda transportasi ini berdampak langsung pada kelancaran jalan raya, di mana prediksi puncak arus mudik pada 13 dan 14 Maret 2026 lalu terlewati tanpa adanya penumpukan kendaraan yang berarti. Hingga Selasa (17/3/2026), kondisi lalu lintas di Karawang masih tergolong lengang sehingga rekayasa lalu lintas seperti contraflow belum diperlukan oleh pihak kepolisian. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi pemudik tahun ini jauh lebih merata dan teratur berkat pemanfaatan transportasi publik yang maksimal oleh masyarakat.


















