(Doc-Istimewa)
Jakarta, mediasatu.co.id – Seorang perempuan pengguna KRL Commuter Line mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual saat berada di peron 2 Stasiun Kebayoran pada Sabtu (2/5/2026) petang. Peristiwa itu terjadi ketika korban berdiri di dekat pintu gerbong khusus perempuan saat kereta berhenti. Ia kemudian melihat seseorang berada di bawah peron.
“Saat kereta berhenti di Stasiun Kebayoran, saya sedang melihat HP. Tiba-tiba saya melihat kaki bersandal hitam di bawah peron, tepat di sela antara kereta dan peron,” kata Andi kepada Republika, Minggu (3/5).
Korban kemudian menyadari pria tersebut diduga mengintip dengan menggunakan ponsel ke arah bawah roknya. Ia pun langsung berteriak meminta bantuan penumpang lain.
“Posisi saya memang tepat berdiri di depan pintu dan saat itu tidak ada penumpang yang turun. Saya langsung teriak panik dan memanggil perempuan-perempuan di sekitar saya,” ujarnya.
Penumpang lain yang melihat kejadian itu turut berteriak, membuat pelaku segera melarikan diri dari lokasi. Pihak PT Kereta Commuter Indonesia menyebut petugas telah melakukan penyisiran di lokasi dan pengecekan CCTV, namun belum menemukan pelaku. Laporan pertama diterima petugas di Stasiun Palmerah. Perusahaan juga mengimbau penumpang untuk segera melapor jika menemukan tindakan mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti.


















