(Doc-Istimewa)
Jakarta, mediasatu.co.id— Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi mencanangkan peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah bertema “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih” di Plaza Festival Pedestrian, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5).
Dalam sambutannya, Pramono menyebut pemilihan lokasi pencanangan dilakukan untuk menunjukkan bahwa Jakarta tengah melakukan pembenahan menuju kota global.
“Pencanangan HUT ke-499 sengaja diadakan di tempat ini sebagai bagian untuk menunjukkan kepada masyarakat Jakarta bahwa Jakarta saat ini sedang berbenah. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional, serta hingga hari ini masih menyandang status sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” ujar Pramono.
Ia menegaskan, persoalan sampah di Jakarta tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, Pemprov DKI mulai menggalakkan budaya memilah sampah dari lingkungan rumah tangga.
“Maka hari ini, sesuai instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan pilah sampah. Saya yakin, di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Menko Pangan, gerakan ini bisa dijalankan secara sungguh-sungguh. Semoga ini menjadi gerakan baru di Jakarta dan persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan dapat diatasi,” katanya.
Dukungan terhadap gerakan tersebut juga datang dari Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Ia menyebut pemerintah pusat tengah menyiapkan peta jalan nasional untuk penanganan sampah di seluruh Indonesia dalam dua tahun ke depan.
“Sesuai arahan Presiden, kami sedang mempersiapkan roadmap penanganan sampah agar dalam 2 tahun selesai di seluruh Indonesia. Jakarta mendahului langkah itu. Alhamdulillah, beberapa gagasan dan pemikiran dari Jakarta bisa kita adopsi dan disinkronkan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta yang mempelopori gerakan pilah sampah.
“Saya senang sekali dan memberikan apresiasi tinggi karena gerakan pilah sampah ini dipelopori Gubernur Jakarta. Itu problem pokok kita, terutama sampah rumah tangga,” kata Zulkifli.
Ia menambahkan, pemerintah juga telah menetapkan tarif tunggal guna mempercepat proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy. Selain itu, penanganan darurat sampah ditargetkan berlangsung di 71 kota melalui penggunaan teknologi insinerator dan waste to energy.
“Tahun 2027 targetnya 50 persen. Pada Mei 2028, termasuk Bantar Gebang, insyaallah akan kita selesaikan,” tutupnya.


















