(Doc-nixnews)
Amerika Serikat, mediasatu.co.id – Seorang pria yang diduga terlibat aksi penembakan di dekat Gedung Putih, Washington DC, tewas ditembak petugas Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service), Sabtu (23/5) waktu setempat. Menurut keterangan juru bicara Secret Service, insiden bermula sekitar pukul 18.00 saat seorang pria mendekati pos pemeriksaan di luar kompleks Gedung Putih lalu melepaskan tembakan ke arah petugas.
Petugas kemudian melakukan tindakan balasan hingga mengenai terduga pelaku. Pria tersebut selanjutnya dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia. “Selama penembakan, seorang warga sipil juga terkena tembakan. Masih belum jelas apakah warga sipil tersebut terkena tembakan pertama tersangka atau selama baku tembak berikutnya,” kata juru bicara tersebut.
Enam pejabat senior penegak hukum yang mengetahui kasus ini mengungkapkan bahwa pelaku diidentifikasi sebagai Nasire Best (21). Ia diketahui memiliki rekam jejak kriminal di tingkat lokal serta riwayat gangguan kesehatan mental.
Berdasarkan dokumen Pengadilan Tinggi District of Columbia (DC), Best pernah diamankan pada 10 Juli 2025 karena memasuki area terlarang di sekitar Gedung Putih. Dalam insiden tersebut, ia disebut mengaku sebagai Yesus Kristus dan sengaja ingin ditangkap.
Pelaku juga diketahui telah lama dikenal oleh Secret Service karena kerap berada di sekitar kawasan Gedung Putih dan beberapa kali bertanya kepada petugas mengenai akses masuk melalui sejumlah pos pemeriksaan.
Pada Juni 2025, Best bahkan sempat menjalani perawatan di rumah sakit jiwa setelah melakukan aksi pemblokiran akses menuju Gedung Putih.
Dalam peristiwa terbaru itu, tidak ada anggota Secret Service yang mengalami luka. Sementara itu, Presiden Donald Trump dilaporkan sedang berada di kediamannya saat kejadian berlangsung dan tidak terdampak. Secret Service juga telah memberikan pengarahan kepada Trump terkait insiden tersebut.


















