(Doc-Tirtoid)
Karawang, mediasatu.co.id – Integrasi lini produksi dari sel baterai, modul, hingga paket baterai (battery pack) akan menjadi keunggulan pabrik baterai kendaraan listrik baru di Karawang, Jawa Barat. Hal ini menegaskan bahwa fasilitas tersebut tidak sekadar menjadi tempat perakitan akhir komponen saja.
Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menjelaskan model manufaktur terintegrasi tersebut saat berbicara dalam tayangan podcast Broad Cash, Rabu (24/6/2026). “Di bawah PT CATIB ini memang spesifik nanti memproduksi sel baterai. Kemudian modul baterai, dan battery pack. Jadi tidak hanya manufaktur atau assembly di battery pack-nya saja, tapi mulai dari battery cell-nya,” kata Aditya.
Fasilitas produksi yang rilis pada Juli 2026 ini dalam pengelolaan oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Perusahaan tersebut merupakan bentukan dari konsorsium Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) anak usaha CATL, bersama PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) dan IBC. Proyek strategis hasil kerja sama global antara IBC dan raksasa baterai CATL ini targetnya mampu menghasilkan kapasitas produksi awal sebesar 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahunnya.
















