(Doc-Infokrw)
Karawang, mediasatu.co.id – Sejumlah wali murid SMPN 1 Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mengeluhkan pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS) dan seragam sekolah yang menurut mereka mengarah pada toko tertentu. Para wali murid menyebut pembelian LKS untuk 10 mata pelajaran membutuhkan biaya sekitar Rp850 ribu. Mereka mengaku tetap membeli LKS tersebut karena khawatir anak kesulitan mengerjakan tugas sekolah.
“Rp 850 ribu dapet 10 mata pelajaran,” katanya, Selasa (6/10).
“Ya mau tidak mau kami harus beli. Kasihan anak karena tugas sekolah semua kan katanya berasal dari LKS itu,” ujar sumber tersebut.
Selain LKS, wali murid juga mengaku mendapat arahan untuk membeli seragam dari toko sesuai ketentuan. Mereka memperkirakan seluruh kebutuhan seragam mencapai Rp1,5 juta.
“Segitu tuh untuk batik atasan satu, muslimah satu sama satu stel seragam olahraga,” ungkapnya.
Menurut informasi salah seorang wali murid, toko tersebut memiliki keterkaitan dengan mantan bendahara sekolah. Ia menyebut mantan bendahara itu baru beberapa bulan memasuki masa pensiun.
Dugaan pengarahan pembelian LKS tersebut bertolak belakang dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Karawang. Pemkab sebelumnya menegaskan sekolah tidak boleh mengarahkan siswa membeli LKS karena pemerintah telah menyediakan paket modul secara gratis. Sementara itu, Kepala SMPN 1 Rengasdengklok, Asma, membantah dugaan pihak sekolah mengarahkan siswa membeli LKS dari toko tertentu.
















