Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Ancaman Bom Hentikan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15, Pelaku Ternyata Orang Tua Murid

×

Ancaman Bom Hentikan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15, Pelaku Ternyata Orang Tua Murid

Sebarkan artikel ini
Screenshot
Example 468x60

(Doc-nixnews)

Jakarta, mediasatu.co.id – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sempat dihentikan setelah pihak sekolah menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp pada Senin (13/7/2026).

Menyusul laporan tersebut, aparat kepolisian bersama unsur pemerintah setempat langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi seluruh siswa serta tenaga pendidik sebagai langkah antisipasi.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengatakan laporan ancaman diterima pada pagi hari saat kegiatan upacara tengah berlangsung sehingga pesan baru diketahui setelah upacara selesai.

“Laporannya setengah 8 tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. sudah upacara baru liat wa nya kita langsung datang semuanya camat lurah,” ujarnya.

Menurut Nurma, pesan ancaman dikirim secara pribadi kepada guru kelas I dan staf tata usaha (TU) sekolah melalui aplikasi WhatsApp.

“Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu,” tutur Nurma.

Dalam pesan tersebut, pelaku mengancam akan meledakkan sekolah dan meminta agar pihak sekolah tidak melapor kepada kepolisian.

“SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA DIHARAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAΡΚΑΝ 11 TITIK…!!!,” bunyi pesan itu.

“JANGAN COBA COBA ANDA LAPOR POLICE SAYA TAHU DISANA ADA PAK RT UNTUK APA,” bunyi pesan itu lagi.

Setelah menerima laporan, Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror melakukan penyisiran di seluruh area sekolah. Hasil pemeriksaan tidak menemukan benda yang diduga sebagai bahan peledak sehingga situasi dinyatakan aman dan terkendali.

Di sisi lain, polisi bergerak cepat menelusuri pengirim pesan hingga berhasil mengamankan seorang pria berinisial MY (34). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diketahui merupakan orang tua dari salah satu siswa yang bersekolah di SDN Srengseng Sawah 15.

“Setelah pelaku diamankan ternyata anaknya pelaku juga bersekolah di sekolah tersebut dan tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait ancaman bom tersebut,” tutur Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin kepada CNN Indonesia TV, Senin (13/7).

Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengaku mengirim ancaman tersebut hanya untuk bercanda. Meski demikian, polisi masih mendalami keterangannya guna memastikan tidak ada motif maupun keterlibatan pihak lain.

“Untuk motif dari pelaku sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan, yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja,” kata Iman.

“Sedang kami dalami terus dari penyidik terus berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror,” ucap dia.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *