(Doc-Tirtoid)
Jakarta, mediasatu.co.id – Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga meskipun terjadi ketegangan global, termasuk penutupan Selat Hormuz. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa stok LPG nasional saat ini berada dalam kondisi aman dengan cadangan lebih dari 10 hari.
“Menyangkut LPG, ini teman-teman media saya menyampaikan bahwa masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4 (April). Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari,” ungkap Bahlil.
Ia menambahkan, pasokan akan semakin stabil dengan segera tibanya kapal pengangkut LPG impor ke Indonesia. “Sebentar lagi kapal kita (yang mengangkut impor LPG) masuk,” tambahnya.
Menurutnya, pasokan LPG tidak terpengaruh konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran karena sumber impor telah dialihkan ke negara lain seperti Australia dan Amerika. “Kalau LPG enggak ada urusannya sama Selat Hormuz. Karena kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika dan beberapa negara lain,” tutur dia.
Selain itu, pemerintah juga mengalihkan impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke negara-negara Afrika, seperti Angola dan Nigeria, guna memastikan pasokan tetap aman. Langkah diversifikasi ini menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas energi nasional di tengah ketidakpastian global.


















