Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Data Center 640 MW Dibangun di Jatiluhur, Kebutuhan Air 36 Juta Liter Jadi Sorotan

×

Data Center 640 MW Dibangun di Jatiluhur, Kebutuhan Air 36 Juta Liter Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Screenshot
Example 468x60

(Doc-Istimewa)

Purwakarta, mediasatu.co.id — Proyek Al Campus 2 atau CGK4 milik BDx Data Centers mulai dibangun di Jatiluhur, Purwakarta. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menghadiri acara groundbreaking proyek pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut.

BDx merancang CGK4 dengan kapasitas hingga 640 megawatt (MW). Proyek ini juga menjadi salah satu pembangunan infrastruktur digital berskala besar di Indonesia.

Pengembang akan membangun CGK4 secara bertahap melalui enam gedung selama sekitar tiga tahun. Pada tahap awal, BDx membangun Gedung 1 dengan kapasitas 120 MW.

Gedung pertama tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027. Untuk memenuhi kebutuhan listrik kawasan, proyek ini akan menggunakan jaringan PLN berkapasitas 845 MVA.

Selain itu, BDx menggunakan teknologi direct-to-chip liquid cooling untuk sistem pendinginan pusat data. Teknologi tersebut dirancang menangani kepadatan daya hingga 500 kW dalam setiap rak.

Lokasi CGK4 berada sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur. Jarak tersebut kemudian menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai kebutuhan air proyek yang disebut mencapai 18.000 meter kubik per hari.

Angka tersebut bahkan disebut dapat meningkat hingga 36.000 meter kubik atau setara sekitar 36 juta liter per hari. Namun, angka itu masih perlu dilihat dalam konteks dokumen desain proyek.

Informasi yang beredar menyebut angka tersebut mengacu pada kapasitas air yang diajukan dalam dokumen desain. Angka itu belum dapat disamakan dengan konsumsi air harian aktual untuk operasional CGK4.

Materi resmi BDx mengenai pembangunan CGK4 hingga kini juga tidak mencantumkan konsumsi air harian sebesar 36 juta liter.

Keterbukaan informasi mengenai kebutuhan air menjadi penting karena proyek tersebut berada tidak jauh dari Bendungan Jatiluhur. Bendungan itu memiliki fungsi strategis untuk irigasi, penyediaan air baku, kebutuhan industri, hingga pembangkit listrik.

Informasi yang lebih jelas mengenai kebutuhan air operasional CGK4 diperlukan agar masyarakat dapat memahami potensi dampak proyek terhadap sumber daya air di kawasan Jatiluhur.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *