Example floating
Example floating
Example 728x250
Peristiwa

Diduga Terpapar Bahan Kimia PT Pindo Deli, 25 Warga Kutamekar Dirawat di Rumah Sakit

×

Diduga Terpapar Bahan Kimia PT Pindo Deli, 25 Warga Kutamekar Dirawat di Rumah Sakit

Share this article
Screenshot
Example 468x60

(Doc-Tirtoid)

Karawang, mediasatu.co.id — Sebanyak 40 warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami gangguan kesehatan pada Kamis (29/10/2026). Dugaan sementara mengarah pada paparan bahan kimia, tetapi pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pastinya.
Dari total warga yang mengalami gangguan kesehatan, sebanyak 25 orang menjalani perawatan di RS Rosela. Sementara itu, petugas medis menangani 15 warga lainnya di klinik.
Gangguan kesehatan tersebut muncul setelah warga mencium bau menyengat dan kabut di sekitar permukiman. Sejumlah warga mengeluhkan mual, pusing, mata dan hidung perih, hingga sesak napas.
Belasan ambulans menjemput warga yang mengalami keluhan kesehatan, termasuk mereka yang masih berada di rumah. Petugas kemudian membawa sejumlah warga ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Video amatir yang beredar memperlihatkan warga mengevakuasi sejumlah korban menggunakan ambulans. Sebagian warga juga sempat membawa korban ke Kantor Desa Kutamekar sebelum petugas memberikan penanganan lanjutan.
Salah seorang warga, Rohmana, mengaku mencium bau menyengat sejak waktu subuh. Saat masih berada di dalam rumah, ia merasakan perih pada mata dan hidung.
Menurut Rohmana, kabut yang muncul saat kejadian juga masuk ke rumah warga. Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir terhadap dampak paparan bahan kimia.
“Ini hidung perih, mata juga perih. Waktu masih subuh, di dalam rumah saja sudah terasa perih di mata. Kabutnya juga sampai masuk ke dalam rumah,” ungkap Rohmana.
Rohmana menuturkan bahwa ibunya juga mengalami gangguan kesehatan hingga harus menjalani perawatan di RS Rosela. Saat berada di rumah, ibunya mengalami sesak napas, tubuh gemetar, serta keluhan pada mata dan kepala.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karawang, Usep Supriatna, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan awal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang.
Berdasarkan laporan tersebut, petugas tidak menemukan kebocoran mesin maupun kebocoran dalam proses produksi PT Pindo Deli 2.
Dugaan sementara mengarah pada kerusakan produk trichloroisocyanuric acid (TCCA) di gudang penyimpanan sebelum pengiriman kepada konsumen. Bahan kimia tersebut digunakan sebagai disinfektan.
“Laporan ini kita dapat dari Dinas LH, karena secara teknis tupoksi dinas tersebut,” ungkap Usep.
Sebagai langkah awal, PT Pindo Deli 2 melakukan penyemprotan untuk mengikat serbuk kaporit yang tersebar ke udara. Selanjutnya, tim DLH bersama Kepolisian Sektor Ciampel dan tim INAFIS Polresta Karawang akan memeriksa lokasi. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengungkap penyebab insiden dan sumber paparan bahan kimia.
Sebelumnya, muncul dugaan bahwa bahan kimia yang tersimpan di luar ruangan mengalami reaksi setelah terkena air hujan. Namun, pihak berwenang belum memastikan dugaan tersebut.
Pemeriksaan lebih lanjut sangat penting untuk mengetahui penyebab penyebaran bahan kimia dan kaitannya dengan gangguan kesehatan warga. Hasil pemeriksaan juga harapannya dapat memastikan sumber paparan yang memicu keluhan masyarakat.
Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *