(Doc-Infokrw)
Karawang, mediasatu.co.id – Musim kemarau menyebabkan krisis air bersih di Kabupaten Karawang semakin meluas. Hingga Selasa (28/7/2026), sebanyak sembilan desa yang berada di empat kecamatan terdampak kekeringan dengan total 12.155 jiwa atau 4.044 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala BPBD Kabupaten Karawang, Usep Supriatna, menyebut 4 kecamatan yang terdampak meliputi Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, dan Telukjambe Barat. Untuk membantu masyarakat, BPBD telah menyalurkan total 237.000 liter air bersih secara bertahap ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan.
Di Kecamatan Ciampel, sebanyak 4.961 jiwa atau 1.585 KK di Desa Parungmulya, Mulyasejati, dan Kutanegara telah menerima distribusi 52.000 liter air bersih. Sementara di Kecamatan Tegalwaru, Desa Kutalanggeng dan Cintalanggeng mencatat 3.876 jiwa atau 1.386 KK terdampak dengan bantuan air bersih sebanyak 130.000 liter.
Selanjutnya, Kecamatan Pangkalan yang meliputi Desa Kertasari, Mulangsari, dan Jatilaksana memiliki 1.728 jiwa atau 656 KK terdampak. Dengan distribusi air bersih mencapai 39.000 liter. Adapun di Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, sebanyak 1.590 jiwa atau 417 KK terdampak. Bahkan mereka telah menerima bantuan 16.000 liter air bersih.
BPBD Kabupaten Karawang terus melakukan pendistribusian air bersih secara bertahap. Ini guna memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan selama musim kemarau.
















