(Doc-Jakarta Utara Info)
Iran, mediasatu.co.id – Serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas energi di Teheran, Iran, menimbulkan dampak lingkungan serius pada Minggu (8/3/2026).
Serangan tersebut menghantam kilang minyak dan depot bahan bakar sehingga memicu ledakan besar yang melepaskan berbagai zat kimia berbahaya ke udara.
Di antara zat yang terlepas ke atmosfer adalah hidrokarbon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida yang dapat memicu polusi udara beracun.
Akibatnya, langit di atas ibu kota Iran berubah menjadi gelap dengan awan hitam pekat disertai hujan berminyak yang bersifat asam.
Fenomena tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan sekitar 10 juta warga yang tinggal di Teheran.
Paparan polutan tersebut dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti kerusakan paru-paru, serangan asma akut, hingga bronkitis.
Selain berdampak pada kesehatan manusia, hujan hitam itu juga berpotensi mencemari tanah, sumber air minum, serta merusak tanaman pertanian.
Kontaminasi bahan kimia bahkan dapat meresap ke dalam rantai makanan masyarakat.
Para ahli memperingatkan bahwa dampak pencemaran tersebut dapat bertahan lama dan memengaruhi lingkungan selama puluhan tahun, sehingga memperparah kondisi warga Iran yang telah lama menghadapi dampak konflik di kawasan tersebut.


















