(Doc-Tirtoid)
Amerika Serikat, mediasatu.co.id – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah kedua negara dilaporkan terlibat aksi saling serang pada Kamis (28/4) pagi WIB. Situasi memanas setelah Presiden AS Donald Trump membantah pemberitaan media Iran yang menyebut adanya kesepakatan informal terkait pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa Washington belum mencapai kesepakatan apa pun dengan Teheran mengenai pembukaan jalur strategis tersebut. Ia juga menekankan bahwa tidak boleh ada negara yang menguasai Selat Hormuz.
Menurut seorang pejabat AS kepada Reuters, militer Amerika lebih dulu melakukan operasi dengan menembak jatuh empat drone tempur milik Iran. Pasukan AS juga menggempur sebuah fasilitas kendali Iran di Bandar Abbas yang disebut tengah bersiap meluncurkan satu drone tambahan.
Pemerintah AS menyebut operasi tersebut sebagai “tindakan terukur dan defensif” guna menjaga keberlangsungan gencatan senjata yang dinilai masih rapuh.
Sebagai respons, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan balasan yang menyasar sebuah pangkalan udara milik AS di kawasan Timur Tengah. Namun, pihak Iran tidak mengungkap lokasi pangkalan yang menjadi target serangan tersebut.
Tidak hanya itu, IRGC juga dilaporkan melepaskan tembakan ke empat kapal yang berupaya melintasi Selat Hormuz. Iran beralasan kapal-kapal tersebut bergerak “tanpa berkoordinasi dengan pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas selat tersebut”.
Akibat insiden itu, empat kapal tersebut dilaporkan membatalkan pelayaran dan berbalik arah, menambah ketidakpastian keamanan di jalur laut vital yang menjadi salah satu pusat distribusi energi dunia.
















