(Doc-Istimewa)
Karawang, mediasatu.co.id – Pemerintah menyiapkan 220 unit becak listrik untuk para penarik becak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Program tersebut menyasar penarik becak lanjut usia dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang, Muhana, menjelaskan pemerintah akan menentukan calon penerima berdasarkan data penarik becak yang tercatat di instansinya.
Dishub Karawang kemudian akan mencocokkan data tersebut dengan Dinas Sosial untuk memastikan calon penerima memenuhi ketentuan program.
“Sasarannya kita sesuai data, sesuai data pengendara becak yang ada di Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang dan kita juga sinkronkan dengan Dinas Sosial. Salah satu persyaratannya mereka harus di atas usia 55 tahun dan berada di desil 1 sampai 4,” ujar Muhana dikutip dari akun informasi Karawang.
Program ini memprioritaskan penarik becak berusia lebih dari 55 tahun yang masuk kelompok kesejahteraan desil 1 hingga 4.
Muhana mengatakan pemerintah tidak langsung menyerahkan becak listrik kepada penerima. Para calon penerima terlebih dahulu mengikuti pelatihan pengoperasian kendaraan tersebut.
Menurutnya, pelatihan menjadi penting karena sebagian penarik becak lansia mungkin belum terbiasa menggunakan kendaraan listrik.
“Nanti rencana kita akan ada pelatihan dulu. Karena belum tentu yang usia 55 tahun itu bisa mengoperasikan becak listrik. Kalau becak manual mungkin mereka pada bisa,” katanya.
Pemerintah menjalankan program tersebut untuk membantu meningkatkan perekonomian penarik becak lansia yang masuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
“Bantuan dari pemerintah pusat, agar dapat membantu perekonomian para penarik becak yang lansia. Jadi kita memprioritaskan mereka,” ujar Muhana.
Dalam proses penyaluran, Pemerintah Kabupaten Karawang bertugas sebagai fasilitator. Pemkab akan membantu menyediakan lokasi serta berbagai kebutuhan yang diperlukan selama kegiatan pelatihan.
Namun, pemerintah daerah belum menetapkan jadwal pelatihan maupun distribusi becak listrik. Muhana mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional yang menentukan tahapan penyaluran bantuan.
“Penyalurannya nunggu keputusan dari pihak yayasan,” pungkasnya.
















