Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukrim

Polisi Ungkap Motif Pelaku Ledakan di SMA 72, Kesepian dan Rasa Dendam jadi Pemicu

33
×

Polisi Ungkap Motif Pelaku Ledakan di SMA 72, Kesepian dan Rasa Dendam jadi Pemicu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

(Doc-Istimewa)

Jakarta, mediasatu.co.id – Kasus ledakan di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang terjadi pada Jumat (7/11/2025), mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap bahwa tersangka, seorang siswa berstatus anak berkonflik dengan hukum (ABH), bertindak karena merasa kesepian dan menyimpan dendam terhadap lingkungan sekitarnya.

Example 300x600

Menurut juru bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, pelaku mulai menyimpan rasa dendam sejak awal 2025. “Dari awal tahun yang bersangkutan sudah mulai melakukan pencarian-pencarian. Perasaan merasa tertindas, kesepian, tidak tahu harus menyampaikan kepada siapa. Lalu yang bersangkutan juga memiliki motivasi dendam terhadap beberapa perlakuan terhadap yang bersangkutan,” ujarnya.

Eka menjelaskan bahwa pelaku sempat bergabung dengan komunitas daring yang mengagungkan kekerasan dan menjadikannya inspirasi untuk bertindak. “Di situ menginspirasi bersangkutan, karena yang bersangkutan mengikuti komunitas di media sosial di mana di situ mereka mengagumi kekerasan. Motivasi yang lain ketika beberapa pelaku melakukan tindakan kekerasan lalu meng-upload ke media tersebut, komunitas itu akan mengapresiasi sesuatu hal yang heroik. Di situ hal yang memprihatinkan,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iman menambahkan, aksi tersebut juga terjadi karena rasa kesepian yang mendalam. “Terduga pelaku merasa sendiri dan merasa tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya baik di lingkungan keluarga, lingkungan sendiri, dan lingkungan sekolah,” jelasnya, Selasa (11/11/2025).

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam memperhatikan kondisi psikologis anak. Menurutnya, pengawasan yang kurang bisa membuat tekanan batin berkembang menjadi perilaku destruktif.

Terkait dugaan adanya perundungan di balik aksi ini, Iman menyebut pihaknya masih mendalami hal tersebut. “Kami masih akan melakukan pendalaman terhadap anak berkonflik dengan hukum tersebut,” ujarnya. (Red).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *