(Doc-Istimewa)
Biak, mediasatu.co.id – Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua menemukan sejumlah material berbahaya saat melakukan penyisiran dan sterilisasi awal di lokasi ledakan yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Senin (1/6/2026).
Dalam proses penyisiran tersebut, petugas menemukan satu granat nanas yang telah dimodifikasi. Selain itu, ditemukan pula dua proyektil yang diketahui amunisinya telah diambil dengan cara digerinda.
Seluruh temuan langsung diamankan oleh petugas guna mencegah kemungkinan terjadinya bahaya lanjutan di sekitar lokasi kejadian. Penemuan material tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa masih terdapat benda-benda berbahaya yang tersisa di kawasan tersebut. Karena itu, aparat akan melanjutkan proses penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh.
Kawasan sekitar lokasi ledakan diketahui memiliki sejumlah bunker serta lubang peninggalan masa perang yang diduga masih menyimpan material berbahaya. Kondisi tersebut membuat proses penanganan harus dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan peralatan khusus sesuai standar penanganan bahan peledak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi karena masih berpotensi membahayakan keselamatan. Tim Jibom akan terus melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh,” kata IPTU Hidayatullah Bauw.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan tersebut bertambah menjadi enam orang setelah Mina Puadi (51) mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di RSUD Biak pada Selasa (2/6) dini hari. Selain korban jiwa, insiden tersebut juga mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Hingga kini, tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Petugas terus melakukan pengamanan dan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi material berbahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
















