(Doc-Istimewa)
Semarang, mediasatu.co.id – Proses evakuasi dramatis ini petugas pemadam kebakaran terhadap seorang remaja berinisial SFP alias P. Ia yang terjebak di dalam sumur sedalam 16 meter di Kampung Kuripan, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Selasa (27/1). Proses penyelamatan itu berlangsung selama sekitar tujuh jam.
Petugas damkar menghadapi sejumlah kendala dalam upaya evakuasi tersebut. Selain berat badan korban yang mencapai kurang lebih 100 kilogram, P juga sempat menolak evakuasi dan memberontak ketika mediasi untuk kembali ke atas.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, insiden tersebut bermula saat orang tua P berencana memanggil dokter puskesmas untuk memeriksa kondisi anaknya. Namun, P menolak dan melarikan diri. Keluarga menyebutkan bahwa P tidak dalam kondisi stabil karena telah beberapa hari tidak mengonsumsi obat dan rencananya akan mereka bawa ke rumah sakit jiwa.
Ketika dokter puskesmas datang ke lokasi, P telah kabur dan kemudian berada di dalam sumur dengan diameter sekitar 80 sentimeter. Keluarga pun segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Setelah berbagai upaya namun belum berhasil. Petugas akhirnya menerapkan metode terakhir dengan menurunkan pelampung ke dalam sumur serta mengisinya dengan air menggunakan dua unit mobil damkar. Cara tersebut membuat korban mengapung hingga akhirnya berhasil selamat.


















