(Doc-Gresik)
Jember, mediasatu.co.id – Seorang pelajar SMA berinisial S (15) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah teman sekolahnya bersama sekitar 10 orang asing. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, beberapa temannya menjemput korban dan pergi tanpa berpamitan kepada orang tua.
“Mungkin takut bilang karena pelaku menjemput paksa,” ujar Samiati, ibu korban.
Kejadian nahas itu baru terungkal keluarga pada Minggu (29/3) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Samiati mendapati anaknya berjalan kaki seorang diri dengan kondisi memprihatinkan, hanya mengenakan celana dalam, tubuh penuh lumpur, serta mengalami luka di kepala dan bibir, serta lebam di beberapa bagian tubuh.
Ibunya kemudian membawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. “Katanya dia dipukuli, ditendang, disuruh masuk parit. Setelah dianiaya, ditinggal oleh pelaku. Anak saya jalan kaki pulang sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian,” beber Samiati.
Menurut keterangan keluarga, dugaan sementara motif penganiayaan karena persoalan sepele. Yaitu karena adanya pesan ke seseorang yang merupakan pacar salah satu pelaku.
“HP anak saya temannya pakai untuk mengirim DM ke seseorang yang mungkin pacar dari salah satu pelaku. Jadi, tidak terima hanya gara-gara itu,” ujarnya.
Kasus ini pun telah korban laporkan ke pihak kepolisian. Samiati memastikan pihak keluarga telah menempuh jalur hukum. “Sudah kemarin kami laporkan ke Polsek Jombang, langsung memberi keterangan dan besok akan periksa lagi,” ungkapnya.
Kanit Reskrim Polsek Jombang, Bripka Ahmad Makmur, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyebut proses penyelidikan tengah berjalan. “Kami terima laporan pihak korban. Pemeriksaan awal sudah, visum korban juga sudah. Selanjutnya, kami selidiki lebih lanjut kasus ini,” ujarnya.
















