(Doc-nixnews)
Banyumas, mediasatu.co.id – Penangkapan terhadap terduga pelaku pembunuhan keji berinisial A alias D (24) berhasil dilakukan oleh pihak kepolisian di wilayah Banjarnegara setelah sempat melarikan diri. “Tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial A alias D (24) di wilayah Banjarnegara,” kata Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi kepada wartawan, Jumat (12/6).
Aksi kejam pemuda ini terungkap setelah jasad seorang nenek berinisial K (80) dan garis berinisial AA (18) ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah di Desa Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat (12/6). Terkait kasus ini, Kasat Reskrim Polresta Banyumas AKP Ardi Kurniawan membeberkan bahwa pelaku A sebenarnya adalah cucu kandung dari korban K.
Mengenai status hubungan antara pelaku dengan korban AA, Ardi memberikan penjelasan kepada media. “Untuk korban AA merupakan selingkuhan pelaku,” kata Ardi.
Masyarakat setempat sebenarnya sangat mengenal sosok pelaku A dan korban K, namun mereka sama sekali tidak mengetahui siapa wanita berinisial AA yang ikut menjadi korban tewas tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku sengaja membawa selingkuhannya itu ke kediaman sang nenek. Pelaku kemudian menghabisi nyawa AA dan menyembunyikan jasadnya di gudang, lalu membunuh neneknya sendiri dan membuang tubuhnya ke sumur.
Pihak berwajib pertama kali mengetahui kejadian ini setelah mendapat laporan dari warga sekitar pada Jumat pagi. Kapolsek Patikraja AKP Eko Sutanto mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait temuan tersebut sekitar pukul 07.00 WIB dari warga sekitar.
Polisi yang datang ke TKP langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan posisi kedua korban yang mengenaskan.
“Korban AA ditemukan meninggal di sebuah kamar yang tidak terpakai, seperti gudang dengan beberapa luka di tubuh. Sedangkan pemilik rumah, K ditemukan di dalam sumur,” ujar Eko kepada wartawan, Jumat (12/6).
Untuk mengeluarkan jasad sang nenek, polisi harus mendatangkan tim evakuasi khusus. “Evakuasi berlangsung sekitar 1 jam dibantu Basarnas,” jelas dia. Saat ini, kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan intensif guna menyelidiki motif pembunuhan tersebut.
















