(Doc-nixnews)
Jakarta, mediasatu.co.id – Gelombang aksi demonstrasi yang dimotori oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Jabodetabek di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, terus bergulir hingga Jumat (12/6) malam.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, massa dari Universitas Indonesia (UI) terpantau mulai membubarkan diri dari barisan sekitar pukul 18.30 WIB. Walaupun memilih untuk mundur dari lokasi tersebut, mereka menegaskan janji untuk kembali menggelar aksi unjuk rasa serupa di kawasan Bundaran HI. Setelah mundurnya rombongan UI, posisi barisan aksi paling depan langsung diambil alih oleh aliansi massa dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pancasila, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Hingga pukul 19.20 WIB, situasi di lapangan menunjukkan massa aksi masih memilih bertahan. Mahasiswa dari IPB tampak membentuk barikade manusia tepat di garis depan, berhadapan langsung dengan barikade besi milik pihak kepolisian. Tepat di sebelah mereka, rombongan mahasiswa Universitas Pancasila ikut berjaga, sementara aliansi dari UPN Veteran Jakarta dan UNJ memperkuat formasi di sisi belakang.
Di sudut lain, tepatnya di area trotoar, terlihat sejumlah massa aksi yang tidak mengenakan almamater sedang duduk bersama. Sebagian dari mereka tampak beristirahat sambil menyantap makanan yang didistribusikan oleh gerakan solidaritas warga bantu warga di lokasi unjuk rasa.
Ketegangan sempat meningkat saat massa yang bertahan di barisan depan kembali mencoba merangsek maju dan mendobrak barikade petugas agar bisa menembus kawasan Bundaran HI.
“Lima langkah revolusi, Revolusi! Revolusi! Revolusi!” teriak massa sambil maju mendekat ke arah barikade polisi.
Aksi saling dorong tersebut membuat aparat TNI-Polri yang berada di balik pembatas besi spontan kembali berdiri tegak dan bersiaga penuh demi menghalau pergerakan mahasiswa. Hingga berita ini ditayangkan, aparat gabungan masih terus memperketat blokade di depan UOB Plaza dan Thamrin Nine Ballroom. Tak hanya personel, sejumlah kendaraan taktis milik Satsamapta Polda Metro Jaya juga mulai digeser mendekati titik konsentrasi massa.
Dalam aksi unjuk rasa kali ini, aliansi mahasiswa membawa lima poin tuntutan utama, yaitu: meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program makan bergizi gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme sipil, dan menuntut Presiden Prabowo berhenti mengelak serta mengakui kesalahan Pemerintah.
















